Total Tayangan Halaman

Sabtu, 28 Januari 2012

Alternatif Energi di Indonesia

Oleh  : Reza Adhy Pradana_200912018
             Department of Mechanical Engineering STT PLN

Perlu diketahui bahwa energi merupakan alat vital bagi masyarakat dunia. Namun, pada saat ini isu-isu sudah mulai marak diberitakan bahwa akan terjadi krisis energi yang dimana akan kembali seperti zaman kegelapan, tidak ada  lagi pasokan listrik  yang biasanya menerangi disaat malam.  Serta, kegiatan ekonomi pun akan kembali ke zaman barter. Oleh karena itu para peneliti bekerja keras untuk menemukan alternatif energi bahan bakar fosil. Seperti buah jarak, tebu, singkong, sampah dan bahkan kotoran hewan. 

Di Indonesia ketersedian energi-energi terbaharukan sangatlah melimpah. Dari energi panas bumi, angin, biomassa, air laut, surya, hidro dan gelombang. Dari presentase yang terbesar adalah panas bumi dan biomassa sekitar 85 % dan angin diurutan terakhir sekitar 30 %. Justru ini adalah angin segar bagi Indonesia yang memiliki begitu melimpahnya kekayaan alam yang tersedia. 


Sumber energi terbarukan
Faktor ketersediaan (%)
Panas bumi
³         85
Biomassa
³         85
Arus laut
³        70
Hidro
»        50
Gelombang
»        50
Surya
»        40
Angin
      »      30


Konsumsi energi yang secara tidak bijak memberikan dampak semakin memperparahnya dan mempercepat krisi energi. Produksi kendaraan berbahan bakar fosil yang sekian merebak membuat konsumsi bahan bakar fosil bertambah. Ini semakin diperparah dengan kondisi sosial di lingkungan, dimana memang mudah sekarang untuk membeli kendaraan. Hanya dengan persyaratan yang tidak sudah mereka sudah mendapatkan kendaraan yang diinginkan. Berbanding terbalik dengan upaya untuk mengurangi krisis energi ini. 

Penggunaan bahan bakar non fosil di Indonesia masih kurang sehingga tidak memberikan dampak langsung ke masyarakat. Dibutuhkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait  seperti  pemerintah, PLN maupun PERTAMINA untuk membumikan bahan bakar non fosil ini. Justru dengan cara seperti inilah masyarakat dapat melihat dan diberikan contoh yang baik sehingga kedepannya ada itikad baik dari masyarakat untuk tidak berlaku konsumtif.

Dari semua alternatif yang ada bisa dikatakan suatu jalan bagi Indonesia untuk menjadi sebuah negara yang berdaulat di bidang energi. Tidak perlu lagi Indonesia yang namanya mengimpor minyak dari negara lain. Misalkan saja dapat diambil contonya adalah penggunaan buah jarak (Jathropa Curcas L), selain membantu penanganan krisis energi bahan bakar fosil, dari sektor pertanian juga akan berkembang di Indonesia sehingga kehidupan petani di Indonesia menjadi lebih baik. Belum lagi feedback penanaman modal  buah jarak ataupun ekspor bahan bakar buah jarak ke luar negeri yang sangat menguntungkan. 

Sudah banyak penelitian-penelitian di bidang energi alternatif. Hanya saja masih kurang dukungan secara maksimal untuk bisa mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Butuh dukungan dari pihak-pihak terkait agar dapat berjalan dengan baik. Tidak ada kata apatis terhadap perubahan menuju arah yang lebih baik. Jangan sampai hasil penelitian-penelitian yang bermanfaat itu justru lari ke tangan asing yang mau memodalkan hasil penelitiannya.Sehingga kita tinggal gigit jari dengan hal tersebut.


2 komentar:

Pasaribu mengatakan...

mantap2 hhaha

shineblog mengatakan...

makasih rio, hehehe