Total Tayangan Halaman

Kamis, 30 Mei 2013

MEMPERTARUHKAN KEINTELEKTUALAN MAHASISWA

Dunia perkuliahan adalah dunia dimana kita sebagai mahasiswa dituntut untuk berpikir secara kritis dan analisis mengenai suatu permasalahan. Mahasiswa harusnya lebih banyak menggunakan keintelektualannya sebagai mahasiswa dalam bertindak dan berpikir, karena mahasiswa adalah cerminan dari dunia pendidikan, khususnya cerminan kepada adik-adik kita. Ada tiga fungsi mahasiswa yang perlu diketahui, yaitu : agent of change, social control, dan iron stock. Saya akan coba membagi ilmu yang tidak banyak ini dan membuka cakrawala pemikiran kita semua mengenai fungsi dasar mahasiswa.


Agent of change 

Adalah mahasiswa yang berfungsi sebagai agen perubah yang merubah dari sesuatu tidak baik menjadi baik. Maksudnya adalah jangan sampai mahasiswa justru menambah pelik permasalahan yang ada dan tidak bisa memberikan sumbangsih positif. Tidak sedikit malah gelar mahasiswa justru disalah gunakan oleh kita. Memberikan cerminan yang buruk mahasiswa kepada publik. Seharusnya kita sadar karena kita berdiri di posisi tertinggi sebagai kaum yang terdidik dan sudah seharusnya lebih menggunakan keintelektualannya sebagai ideologi mahasiswa.

Bangsa Indonesia sedang krisis pemuda-pemuda yang berkualitas saat ini. Indonesia masih kekurangan pemuda-pemuda yang mau bergerak maju dalam membangun bangsa. Kalau kita belajar dari sejarah kemerdekaan Indonesia, justru pergerakan-pergerakan perjuangan banyak  dipelopori oleh kaum-kaum muda. Mereka dengan menggunakan keintelektualannya merancang dalam melakukan pergerakan-pergerakan kemerdekaan. Contohnya saja momentum awal pergerakan ditandai dengan peristiwa budi utomo yang sebagai momentum kebangkitan nasional. Serta, bagaimana perjuangan Bung Hatta, dkk di Belanda saat mereka berkuliah disana, mereka membuat suatu organisasi pemuda disana dengan tujuan ingin melihat Indonesia bisa merdeka yang dapat lepas dari kolonial Belanda. Barulah berlahiran organisasi-organisasi pemuda lainnya dengan tujuan yang sama untuk Indonesia.

Itulah cerminan mahasiswa yang sesungguhnya, bukan saling tawuran antar mahasiswa. Wajarlah apabila adik-adik kita saat ini masih banyak yang melakukan tawuran, karena dari kita sebagai mahasiswa sendiri banyak yang melakukan hal tersebut. Kita tidak berpikir secara jauh saat melakukan hal tersebut. Berpikirlah secara kritis, analisis, serta visioner apabila akan melakukan sebuah tindakan.


Social Control

Tidak cukup dengan agent of change, mahasiswa juga sebagai social controller yang berarti mengawasi lingkungan sekitarnya. Kepekaan kita terhadap apa saja yang ada di sekitar kita sudah merupakan salah satu bentuk dari social control. Kenapa kok mahasiswa juga harus sebagai social control ?, bukankan sudah ada badan-badan khusus yang mengawasi hal-hal tersebut. Jusrtu disinilah pikiran kita sebagai mahasiswa harus terbuka (open mind). Sebelum menjawab pertanyaan tadi, kita harus mengetahui posisi mahasiswa itu terletak dimana dalam kehidupan bermasyarakat (publik). Mahasiswa berada di posisi tengah antara tirani (penguasa) dan masyarakat. Sehingga mahasiswa dapat bergerak secara vertikal, ataupun horizontal.

Untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan kepekaan terhadap sesuatu dan jangan sampai mahasiswa menutup mata dan menutup telinga kepada persoalan-persoalan yang ada. Makanya kenapa di dalam kurikulum perkuliahan saja, kita mengenal yang namanya KKN atau salah satu organisasi melakukan pengmas. Itu merupakan salah satu bentuk social control secara horizontal dari mahasiswa kepada masyarakat. Untuk secara vertikalnya sebagai salah satu contoh adalah melakukan aksi sebagai bentuk advokasi kita terhadap penguasa yang dirasa kebijakannya merugikan publik. Keseimbangan terhadap keduanya adalah penting karena merupakan akses mahasiswa sebagai kaum intelektual yang bermasyarakat.


Iron Stock

Adalah mahasiswa sebagai potensi atau kader dari Indonesia. Indonesia sekarang membutuhkan lebih banyak pemuda yang mau bergerak membangun. Jadi kita sebagai salah satu pemuda Indonesia sudah sepatutnya ikut merasakan keresahan atas permasalahan sekarang. Tanpa regenerasi pemuda, suatu komunitas, organisasi, bahkan negara bisa hilang dan hancur. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah konsistensi kita sebagai mahasiswa dalam membentuk diri kita menjadi induvidu yang berkualitas. Sehingga proses regenerasi pemuda Indonesia tetap berjalan dengan baik dan akan terhindarnya dari permasalahan krisis kepemudaan. Apabila pemuda-pemuda Indonesia sudah tidak peduli, siapa yang akan menggantikan peran orang-orang tua kita, siapa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini, dan siapa yang akan membangun negeri ini. Untuk itu marilah membangun Indonesia yang lebih baik dan tidak mengotori apa itu arti dari mahasiswa.



"JADILAH PEMUDA YANG BERKUALITAS DAN BERPIKIRLAH SECARA KRITIS, ANALISIS, DAN VISIONER"