Pada dewasa ini orang lebih cenderung berkativitas dibalik meja ataupun layar. Tanpa bekerja dengan keringat yang bercucuran pun bisa menghasilkan penghasilan yang cukup bahkan fantastis. Banyak yang dapat dilakoni dari berbisnis di dunia maya, beriklan online ataupun promo segala macam produk. Apabila kita membuka facebook, twitter , bahkan kaskus disinilah ladang usaha baru yang bisa dimanfaatkan saat ini. Apabila diperhatikan banyak di jejaring-jejaring sosial menyediakan lapak-lapak iklan bagaikan baliho ataupun reklame di jalan-jalan umum mungkin bisa disebut juga pedegang kaki lima model baru. Tahukah jika pemanfaatan hal - hal yang telah disebutkan diatas merupakan dampak langsung dari para pengguna-pengguna jaringan dunia maya yang semakin banyak. Bisa dibayangkan per harinya berapa banyak orang yang melakukan atau beraktivitas online. Berinternetan ria merupakan hobi baru dikalangan beberapa orang saat ini. Menjamurnya trend sekarang ini membuat orang banyak eksis di dunia maya.
Ada suatu transisi zaman yang dimana berevolisi cepat yang tanpa disadari bisa berupa suatu bentuk peluang ataupun ancaman. Bila dilihat dari sisi peluang ini merupakan suatu bentuk profesi baru yang bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang marketing. Jangan lihat apa yang orang butuhkan baru kau ciptakan tetapi ciptakanlah sesuatu yang dibutuhkan orang nantinya dan mereka akan melihatnya nanti dan akan membutuhkannya nanti (STEVE JOBS).
Narsis berinternetan salah satu proses menuju kedewasaan bangsa. Kok bisa yaa nasrsis dipandang salah satu kedewasaan bangsa. Orang sebagian eksis dengan segala aktivitas di dunia maya. Dunia maya sudah menjadi dunia ketiga setelah dunia nyata dan dunia gaib. Bersosialisasi tanpa batas dengan internet adalah suatu bentuk rasa kreasi seseorang dalam mengapresiasikannya terhadap sesuatu. Contohnya saja apabila membuat status di facebook atau ngetwit di twitter atau mungkin juga mencurahkan isi hati di blog pribadi miliknya, pasti dewasa atau tidaknya sesorang pasti terlihat dari apa yang mereka lakukan, apa yang mereka katakan dan apa yang mereka pikirkan.
Alih-alih dengan adanya transisi zaman dari zaman manual hingga serba komputerisasi membutuhkan suatu yang namanya kedewasaan, baik kedewasaan berpikir, kedewasaan bertingkah laku dan kedewasaan dalam menanggapi sesuatu. Namun saat ini, agak sulit bagi kita untuk menemukan itu semua. Bukan rahasia pribadi lagi Dunia ketiga alias dunia maya sudah nge-klik dengan kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu dibutuhkan proses kedewasaan dalam memanfaatkan teknologi internet ini. Derasnya pemanfaatan internet ini membuat sebagian kalangan menyalah gunakannya, padahal perbuatan seperti itu akan memberikan dampak besar bagi orang lain terutama generasi muda Indonesia. Kalau kata Bung Karno mati satu tumbuh seribu mungkin bisa tidak berlaku, bisa jadi "Gara-gara satu (orang) mati seribu (orang). Sudah terlihatkan bahayanya internet apabila tidak digunakan secara bijak.
Proses kedewasaan perlu dalam hal ini agar terciptanya kesimbangan antara perkembangan teknologi dengan norma-norma yang berlaku. Sesungguhnya satu pemuda Indonesia sama berharganya dengan satu abad Indonesia. Eksis berinternet dengan baik bisa jadi salah satu bentuk pertahanan negara yang baik. Karena sama aja kita analogikan kandungan internet yang tidak baik bagaikan coret-coretan di tembok jalanan yg merusak keindahan kota. Dan disitu terlihat bahwa apabila orang melihat tindakan coret-coretan di tembok jalanan yang bukan wadahnya pastinya berpikir orang tersebut belum dewasa dan berbuat hal yang tidak baik. Kita tidak mau bukan bangsa kita di cap sebagai negara belum dewasa karena dilihat dari kita eksis di internet yang belum menunjukan proses kedewasaan kita.
MANFAATKAN TEKNLOGI MAKSIMALKAN KREASIMU YANG POSITIF !
salam jiwa pemuda Indonesia