PLTG
Oleh : Reza Adhy Pradana_200912018
Departement
of Mechanical Engineering STT PLN
PLTG adalah pembangkit listrik yang pada dasarnya
menggunakan bahan bakarnya adalah gas. Tetapi kebanyakan di Indonesia lebih
memilih PLTU karena dilihat dari effisiensi dan harga penjualan listriknya. Di
PLTG memiliki effisiensi yang rendah dibandingkan PLTU karena udara panas atau
gas yang dibuang oleh turbin gas masih memiliki kalor yang cukup tinggi. Oleh
karena itu biasanya dibuatlah combine cycle menjadi PLTGU.
Dasar teknologi turbin gas adalah
pemanfaatan energy dari gas bersuhu tinggi hasil pembakaran campuran bahan
bakar dengan udara tekan. Udara tekan dihasilkan oleh kompresor yang menyerap
2/3 (dua per tiga) daya yang dihasilkan oleh turbin. Udara yang dihasilkan oleh
kompresor digunakan untuk
- 20 – 30 % sebagai udara pembakaran
- 70 – 80 % sebagai pendingin, antara
lain
- Sebagai
pendingin gas hasil pembakaran, agar suhunya bisa diterima oleh material turbin.
- Sebagai
pendingin material ruang bakar.
- Sebagai
pendingin sudu-sudu turbin.
Komponen-komponen utama PLTG adalah
kompresor, ruang bakar, turbin gas dan generator. Pada kompresor sebenarnya
bekerja hampir sama dengan pompa, tetapi pada kompresor yang dihisap adalah
udara sedangkan pompa yang dihisap adalah air. Di kompresor udara dari atmosfer
dikompres sehingga tekanan dan suhu menjadi naik disinilah terjadi proses
kompresi udara.
Setelah udara dikompresi, udara yang
telah berkompresi bercampur dengan bahan bakar (gas atau solar) di ruang bakar
atau hot chamber.. Di hot chamber
terjadi proses pembakaran dengan suhu dan tekanan tetap. Ada PLTG yang berbahan
bakar bukan gas tetapi berbahan bakar cair (liquid), karena mempertimbangkan
harga penjualan listrik dan harga bahan bakar itu sendiri.
Di turbin terjadi proses ekspansi
dimana tekanan dan suhu turun karena gas telah digunakan untuk memutar
sudu-sudu turbin. Turbin mengubah energy panas gas yang berasal dari hot
chamber menjadi energy mekanik. Turbin yang berputar akan memutar generator
yang mengubah dari energy mekanik menjadi energy listrik.
Keuntungan PLTG :
1.
Ringan
2.
Waktu Start yang relatif singkat
3.
Tidak memerlukan air pendingin
4.
Masa pembangunan yang 1-2 tahun
5.
Murah
6.
Dapat ditempatkan disegala lokasi
7.
Keandalan tinggi, karena alat bantunya sedikit sehingga kemungkinan kerusakan
juga kecil.
8.
Bisa diremote (dikendalikan dari jauh)
9.
Memungkinkan dipasang secara mobile
Kelemahan PLTG :
1. Efisiensi rendah, 25 – 32 %
2. Umurnya pendek.
3. Daya mampunya sangat dipengaruhi oleh
kondisi udara atmofer.
4. Biaya pemeliharaan mahal, karena
harga sudu-sudunya tinggi atau mahal
5. Kapasitas kecil, maksimum sekitar 200
MW
6. Harga bahan bakar tinggi, karena
memerlukan bahan bakar kualitas tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar