Total Tayangan Halaman
Kamis, 22 November 2012
Senin, 19 November 2012
Sabtu, 10 November 2012
SEMANGAT JUANG MEMBAWA KEPADA KEJAYAAN HMM
Dalam perjalanannya tidak mudah membangun suatu organisasi (HMM) yang pada dasarnya tidak ada warisasan apapun kecuali dengan modal semangat dan kegilaan. Kenapa demikian, karena kalau tidak ada kedua sifat itu mungkin HMM sekarang masih tertidur nyenyak diantara kebisingan suara-suara mahasiswa yang haus akan semangat pergerakan mahasiswa. Masih terbayang-bayang jejak-jejak kejayaan HMM dahulu yang membuat kami terpuruk dan lupa bahwa kita berada dibawah sekarang.Jangankan terbayang, bahwa kita sadar akan posisi sekarang aja kita tidak tahu. Kalau saya pribadi boleh memberi tanggapan akan HMM adalah batas kejayaan HMM dahulu yang dibangun oleh angkatan-angkatan sebelumnya telah dihancurkan dan dirusak oleh perbuatan kita sendiri. Kita lupa dan kita egois hanya melihat sisi mesin dari mental (preman) dan ke-sok jagoanan kita. Apa bedanya kita dengan preman dipasar kalau cara kita seperti ini terus alias konsistensi negatif yang didapat.
Layaknya Indonesia bahwa kita masih membayangkan kejayaan Indonesia dahulu oleh para tokoh-tokoh mumpuni seperti Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Syarir. Saudara-saudaraku terbangunlah dari mimpi kita sekarang, bangunlah karena kita telah berlama-lama bermimpi. Itulah yang dirasakan kita di HMM yang masih terbayang-bayang sejarah kesuksesan HMM dahulu. Kita mungkin kenyang didoktrin dengan cerita-cerita para senior kita dahulu yang telah sukses diorganisasinya sampai bisa mendongkrak popularitas HMM. Menggadaikan kenyataan akan keberadaan HMM sekarang mungkin telah kita lakukan selama ini. Melakukan hal-hal yang salah dan terus kita ulangi seterusnya.
Kata-kata solidarity forever begitu melekat ditelinga kita dan merasuk ke otak. Apa sih solidarity itu dan apakah benar kita telah memahami arti itu sebenarnya. kalau kita sudah benar-benar memahami kenapa kita mengahancurkan arti tersebut dengan menghacurkan HMM dan apatis terhadapnya. Ingat sahabatku solidarity bukan saja hubungan antara manusia dengan manusia, tetapi juga manusia terhadap organisasi (HMM). Tanpa SDM yang baik organisasi tidak akan berjalan dan tanpa Organisasi yang baik kita tidak dapat menjadi SDM yang berkualitas. Artinya adalah kedua peran tersebut sama pentingnya antara SDM (civitas S1 Mesin) dengan HMM. Tanpa keduanya nihil bisa menciptakan kader-kader yang baik dan berkualitas nantinya.
Mendidik dengan sebuah ketegasan atau mental adalah baik ,tapi kita harus perhatikan juga adalah mendidik dengan mental yang berkarakter kuat sehingga menciptakan kader-kader yang berkualitas. Ini adalah tugas kita bersama menciptakan kader-kader yang tangguh bukan hanya dari segi mental dan fisik tetapi juga dari segi non akademik seperti organisasi. Saya ingat betul betapa sulitnya membangun HMM. Dari bocah ingusan dengan modal semangat dan kegilaan itu tadi, kami belajar organisasi kesana-kemari dan hanya satu tujuan kami yaitu, ingin melihat HMM itu jaya seperti jargon yang sering kita teriakkan. Cita-cita yang sederhana tapi sulit untuk diperjuangkan. Butuh kurang lebih 3 tahunan perjuangan hingga kita dapat mengambil alih nakoda di HMM. Merelakan waktu istirahat dan bermain dengan teman-teman hanya untuk membuktikan bahwa HMM dan mesin itu masih ada keberadaannya dikampus. Benar-benar berusaha keras sampai akhirnya HMM itu dibawah kendali kita dan kita mulai dari bawah kembali untuk menata HMM.
Tidak ada orang-orang yang benar-benar mau dan kuat mental untuk merubah HMM lebih baik kalau bukan karena kita masih cinta dan solidarity terhadapnya. Saya bersyukur karena dihadiahkan orang-orang hebat disekitar saya seperti anak-anak mesin. Tanpa kalian mungkin HMM masih tertidur nyenyak diantara suara-suara bising mahasiswa yang haus akan pergerakan mahasiswa. Mudah-mudahan semangat kita dan kecintaan kita terus meningkat untuk menciptakan HMM yang Jaya dengan kaderisasi yang berkualitas.
Terima kasih atas segala bantuan dan dukungan kalian. Kalau saya pribadi boleh mengatakan bahwa saya tidak akan pernah menyesal kenal dengan kalian semua orang-orang hebat. Pesan saya untuk kita dan HMM adalah jangan pernah terputus sifat solidarity dan majukan HMM. Buktikan bahwa mesin itu ada dikampus, bukan sekedar jago berkelahi tetapi juga jago berorganisasi.
Mohon maaf apabila terdapat salah-salah kata dalam penulisan. Tujuan menulis ini adalah semata-mata untuk memotivasi kita bersama untuk kejayaan HMM kedepannya.
Senin, 27 Februari 2012
Narsis Berinternet Proses Kedewasaan Bangsa
Pada dewasa ini orang lebih cenderung berkativitas dibalik meja ataupun layar. Tanpa bekerja dengan keringat yang bercucuran pun bisa menghasilkan penghasilan yang cukup bahkan fantastis. Banyak yang dapat dilakoni dari berbisnis di dunia maya, beriklan online ataupun promo segala macam produk. Apabila kita membuka facebook, twitter , bahkan kaskus disinilah ladang usaha baru yang bisa dimanfaatkan saat ini. Apabila diperhatikan banyak di jejaring-jejaring sosial menyediakan lapak-lapak iklan bagaikan baliho ataupun reklame di jalan-jalan umum mungkin bisa disebut juga pedegang kaki lima model baru. Tahukah jika pemanfaatan hal - hal yang telah disebutkan diatas merupakan dampak langsung dari para pengguna-pengguna jaringan dunia maya yang semakin banyak. Bisa dibayangkan per harinya berapa banyak orang yang melakukan atau beraktivitas online. Berinternetan ria merupakan hobi baru dikalangan beberapa orang saat ini. Menjamurnya trend sekarang ini membuat orang banyak eksis di dunia maya.
Ada suatu transisi zaman yang dimana berevolisi cepat yang tanpa disadari bisa berupa suatu bentuk peluang ataupun ancaman. Bila dilihat dari sisi peluang ini merupakan suatu bentuk profesi baru yang bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat menciptakan inovasi-inovasi baru di bidang marketing. Jangan lihat apa yang orang butuhkan baru kau ciptakan tetapi ciptakanlah sesuatu yang dibutuhkan orang nantinya dan mereka akan melihatnya nanti dan akan membutuhkannya nanti (STEVE JOBS).
Narsis berinternetan salah satu proses menuju kedewasaan bangsa. Kok bisa yaa nasrsis dipandang salah satu kedewasaan bangsa. Orang sebagian eksis dengan segala aktivitas di dunia maya. Dunia maya sudah menjadi dunia ketiga setelah dunia nyata dan dunia gaib. Bersosialisasi tanpa batas dengan internet adalah suatu bentuk rasa kreasi seseorang dalam mengapresiasikannya terhadap sesuatu. Contohnya saja apabila membuat status di facebook atau ngetwit di twitter atau mungkin juga mencurahkan isi hati di blog pribadi miliknya, pasti dewasa atau tidaknya sesorang pasti terlihat dari apa yang mereka lakukan, apa yang mereka katakan dan apa yang mereka pikirkan.
Alih-alih dengan adanya transisi zaman dari zaman manual hingga serba komputerisasi membutuhkan suatu yang namanya kedewasaan, baik kedewasaan berpikir, kedewasaan bertingkah laku dan kedewasaan dalam menanggapi sesuatu. Namun saat ini, agak sulit bagi kita untuk menemukan itu semua. Bukan rahasia pribadi lagi Dunia ketiga alias dunia maya sudah nge-klik dengan kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu dibutuhkan proses kedewasaan dalam memanfaatkan teknologi internet ini. Derasnya pemanfaatan internet ini membuat sebagian kalangan menyalah gunakannya, padahal perbuatan seperti itu akan memberikan dampak besar bagi orang lain terutama generasi muda Indonesia. Kalau kata Bung Karno mati satu tumbuh seribu mungkin bisa tidak berlaku, bisa jadi "Gara-gara satu (orang) mati seribu (orang). Sudah terlihatkan bahayanya internet apabila tidak digunakan secara bijak.
Proses kedewasaan perlu dalam hal ini agar terciptanya kesimbangan antara perkembangan teknologi dengan norma-norma yang berlaku. Sesungguhnya satu pemuda Indonesia sama berharganya dengan satu abad Indonesia. Eksis berinternet dengan baik bisa jadi salah satu bentuk pertahanan negara yang baik. Karena sama aja kita analogikan kandungan internet yang tidak baik bagaikan coret-coretan di tembok jalanan yg merusak keindahan kota. Dan disitu terlihat bahwa apabila orang melihat tindakan coret-coretan di tembok jalanan yang bukan wadahnya pastinya berpikir orang tersebut belum dewasa dan berbuat hal yang tidak baik. Kita tidak mau bukan bangsa kita di cap sebagai negara belum dewasa karena dilihat dari kita eksis di internet yang belum menunjukan proses kedewasaan kita.
MANFAATKAN TEKNLOGI MAKSIMALKAN KREASIMU YANG POSITIF !
salam jiwa pemuda Indonesia
Label:
SOSIAL
Lokasi: Jakarta, Indonesia
Jalan Pondok Ungu Permai, Bekasi, Indonesia
Sabtu, 28 Januari 2012
Alternatif Energi di Indonesia
Oleh : Reza Adhy Pradana_200912018
Department of Mechanical Engineering STT PLN
Perlu diketahui bahwa energi merupakan alat vital bagi masyarakat dunia. Namun, pada saat ini isu-isu sudah mulai marak diberitakan bahwa akan terjadi krisis energi yang dimana akan kembali seperti zaman kegelapan, tidak ada lagi pasokan listrik yang biasanya menerangi disaat malam. Serta, kegiatan ekonomi pun akan kembali ke zaman barter. Oleh karena itu para peneliti bekerja keras untuk menemukan alternatif energi bahan bakar fosil. Seperti buah jarak, tebu, singkong, sampah dan bahkan kotoran hewan.
Di Indonesia ketersedian energi-energi terbaharukan sangatlah melimpah. Dari energi panas bumi, angin, biomassa, air laut, surya, hidro dan gelombang. Dari presentase yang terbesar adalah panas bumi dan biomassa sekitar 85 % dan angin diurutan terakhir sekitar 30 %. Justru ini adalah angin segar bagi Indonesia yang memiliki begitu melimpahnya kekayaan alam yang tersedia.
Sumber
energi terbarukan
|
Faktor
ketersediaan (%)
|
Panas
bumi
|
³
85
|
Biomassa
|
³
85
|
Arus laut
|
³
70
|
Hidro
|
»
50
|
Gelombang
|
»
50
|
Surya
|
»
40
|
Angin
|
» 30
|
Konsumsi energi yang secara tidak bijak memberikan dampak semakin memperparahnya dan mempercepat krisi energi. Produksi kendaraan berbahan bakar fosil yang sekian merebak membuat konsumsi bahan bakar fosil bertambah. Ini semakin diperparah dengan kondisi sosial di lingkungan, dimana memang mudah sekarang untuk membeli kendaraan. Hanya dengan persyaratan yang tidak sudah mereka sudah mendapatkan kendaraan yang diinginkan. Berbanding terbalik dengan upaya untuk mengurangi krisis energi ini.
Penggunaan bahan bakar non fosil di Indonesia masih kurang sehingga tidak memberikan dampak langsung ke masyarakat. Dibutuhkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah, PLN maupun PERTAMINA untuk membumikan bahan bakar non fosil ini. Justru dengan cara seperti inilah masyarakat dapat melihat dan diberikan contoh yang baik sehingga kedepannya ada itikad baik dari masyarakat untuk tidak berlaku konsumtif.
Dari semua alternatif yang ada bisa dikatakan suatu jalan bagi Indonesia untuk menjadi sebuah negara yang berdaulat di bidang energi. Tidak perlu lagi Indonesia yang namanya mengimpor minyak dari negara lain. Misalkan saja dapat diambil contonya adalah penggunaan buah jarak (Jathropa Curcas L), selain membantu penanganan krisis energi bahan bakar fosil, dari sektor pertanian juga akan berkembang di Indonesia sehingga kehidupan petani di Indonesia menjadi lebih baik. Belum lagi feedback penanaman modal buah jarak ataupun ekspor bahan bakar buah jarak ke luar negeri yang sangat menguntungkan.
Sudah banyak penelitian-penelitian di bidang energi alternatif. Hanya saja masih kurang dukungan secara maksimal untuk bisa mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Butuh dukungan dari pihak-pihak terkait agar dapat berjalan dengan baik. Tidak ada kata apatis terhadap perubahan menuju arah yang lebih baik. Jangan sampai hasil penelitian-penelitian yang bermanfaat itu justru lari ke tangan asing yang mau memodalkan hasil penelitiannya.Sehingga kita tinggal gigit jari dengan hal tersebut.
Label:
ENERGI TERBARUKAN
Lokasi: Jakarta, Indonesia
München, Jerman
Minggu, 22 Januari 2012
European Commission - Education & Training - EU-Canada co-operation in higher education, training and youth
European Commission - Education & Training - EU-Canada co-operation in higher education, training and youth: European Commission - Education & Training - EU-Canada co-operation in higher education, training and youth
Erasmus Mundus - Scholarships for students and academics | EACEA
Erasmus Mundus - Scholarships for students and academics | EACEA: Erasmus Mundus - Scholarships for students and academics | EACEA
Sabtu, 21 Januari 2012
RADIASI (oleh Bapak Mukhlis Akhadi)
RADIASI :
Arsitekpun Perlu Tahu
29
Dec 2010 05:12:55
Banyak peninggalan pra-sejarah yang ditemukan di dalam gua karena nenek moyang
manusia sejak zaman pra-sejarah telah memanfaatkan gua sebagai tempat
perlindungan. Tempat berlindung itu sendiri pada prinsipnya dibutuhkan oleh
setiap manusia sepanjang zaman untuk melindungi tubuh dari pengaruh
faktor-faktor lingkungan yang kurang menguntungkan seperti panas, cuaca dingin,
angin kencang, hujan, petir dan sebagainya.
Perkembangan peradaban telah mengantarkan manusia mampu membuat tempat
perlindungan dalam bentuk rumah untuk tempat tinggal maupun bangunan sipil
lainnya untuk melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti hotel,
gedung perkatoran, pasar dan sebagainya. Rumah merupakan kebutuhan primer bagi
setiap orang. Di rumah ini pula sebagian besar aktivitas kehidupan manusia
berlangsung. Mengingat manusia pada umumnya menghabiskan sebagian waktunya di
dalam rumah, maka rumah yang sehat sudah barang tentu merupakan idaman bagi
setiap orang.
Sejalan dengan perkembangan peradaban umat manusia, maka berkembang pula
disiplin ilmu arsitektur yang berkaitan langsung dengan masalah rancang bangun
tempat tinggal. Banyak fenomena alam telah memengaruhi perkembangan arsitektur
modern. Karena itu, dalam arsitektur kita akan menemukan kajian yang berkaitan
dengan lokasi geografis suatu bangunan, sehingga diperkenalkanlah arsitektur
daerah tropis.
Ketika akhir-akhir ini di berbagai belahan bumi diguncang gempa skala besar
yang menghacurkan banyak bangunan sipil dan menelan banyak korban jiwa, maka
dikembangkanlah arsitektur untuk bangunan tahan gempa. Selain itu, ketika
masyarakat dunia dihadapkan dengan masalah krisis energi, maka berkembanglah
kajian arsitektur hijau (green architecture) yang memperkenalkan bangunan ramah
lingkungan, terutama dalam bentuk penghematan penggunaan energi pada bangunan
tersebut. Namun ada satu hal yang selama ini belum menjadi perhatian para
arsitek, yaitu dimasukkannya unsur radioekologis dalam arsitektur.
Aspek Radioekologis
Ekologi
merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari daerah tempat tinggal.
Kemajuan teknologi dan perkembangan industri telah melahirkan pengertian baru
dalam ekologi, yaitu apa yang disebut dengan neo-ekologi atau ecological
complex.
Semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam tahapan berikutnya juga
melahirkan berbagai cabang kajian baru dalam neo-ekologi, salah satunya
adalah radioekologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari unsur-unsur radioaktif
yang ada di lingkungan.
Masalah terpenting dalam radioekologi yang berkaitan dengan bangunan
tempat tinggal adalah keberadaan radionuklida alamiah dalam berbagai jenis
bahan bangunan dan lokasi-lokasi tertentu dimana bangunan itu berdiri.
Radionuklida alamiah yang saat ini paling mendapat perhatian dari para
ahli keselamatan radiasi lingkungan adalah gas radon. Satu hal yang perlu
diketahui dan mendapatkan perhatian serius adalah bahwa radon merupakan gas
radioaktif yang dapat berperan sebagai sumber radiasi bagi manusia. Oleh sebab
itu, keberadaan gas radon di dalam ruangan akan berperan sebagai sumber radiasi
bagi setiap orang yang berada dalamnya.
Dari mana gas radon berasal ? Gas radon di dalam ruangan terutama berasal dari
tanah, dinding, lantai, langit-langit dan bahan-bahan lain di dalam rumah yang
pembuatannya memanfaatkan bahan-bahan dari dalam perut bumi. Naomi Harley,
profesor peneliti kesehatan lingkungan di Universitas New York, mendapatkan
bahwa 60 persen radon di dalam rumah di New Yersey berasal dari dinding,
fondasi dan lantai. Sumber utama gas radon adalah radionuklida alamiah berumur
paro sangat panjang (milyaran tahun) seperti uranium-238 dan thorium-232. Kedua
unsur tersebut dalam kadar yang relatif tinggi terdapat pada bahan-bahan
tambang.
Oleh sebab itu, penggunaan bahan tambang dan bahan-bahan sisa hasil pengolahan
bahan tambang sebagai bahan bangunan untuk perumahan maupun gedung dapat
memperbesar kadar gas radon di dalam ruangan. Di pasaran beredar beberapa jenis
bahan bangunan yang dibuat dari bahan tambang maupun sisa pengolahan bahan
tambang yang berkadar radioaktif alam tinggi. Beberapa contoh dapat dikemukakan
di sini antara lain adalah : asbes, gipsum, batu bata
dari limbah pabrik alumina, cone block dari limbah abu batubara, blast-furnace
slag dari
limbah pabrik besi, aereted concrete dan sebagainya.
Masalah Kesehatan
Bagi beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang dan
negara-negara Eropa Barat, masalah gas radon ini telah mendapatkan perhatian
yang serius. Pemerintah Australia misalnya, melalui Commonwealth
of Health, Housing and Community Services telah membuka pusat-pusat
informasi mengenai gas radon di setiap negara bagian. Hal ini dimaksudkan
agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat mengenai risiko yang
dapat ditimbulkan oleh gas radon tersebut. Pemerintah Amerika Serikat dan
Jepang juga telah memetakan daerah-daerah dengan kadar gas radon tinggi.
Dari sekian banyak sumber-sumber radiasi alam, radon merupakan sumber radiasi
alam yang paling banyak mendapatkan perhatian sehubungan dengan efek negatif
yang dapat ditimbulkannya. Efek ini berkaitan dengan sifat gas radon sebagai
salah satu penyebab munculnya kanker paru-paru. Efek merugikan dari radiasi
yang dipancarkan gas radon ini sebetulnya telah diketahui sejak abad ke-19.
Pada saat itu para pekerja tambang di Eropa Tengah banyak yang menderita
gangguan kesehatan berupa kanker paru-paru karena diduga menghirup gas radon
dalam jumlah berlebihan. Hasil penelitian yang dilakukan pada pertengahan abad
ke-20 terhadap para pekerja tambang batubara ternyata memperkuat dugaan
tersebut.
Ada daerah-daerah tertentu di Amerika Serikat (AS) yang umur batuannya sangat
tua dan memancarkan gas radon dalam jumlah besar, seperti di Wyoming,
Pennsylvania dan Tennese. Untuk mengatasi masalah gas radon ini, Badan
Perlindungan Lingkungan Hidup AS (EPA) telah memperkenalkan prototip rumah
dengan ventilasi khusus yang mampu mengurangi kadar gas radon dari dalam
ruangan. Ventilasi yang baik sehingga pertukaran udara dari luar ke dalam rumah
berjalan lancar ternyata dapat mengurangi kadar gas radon di dalam ruangan
dengan faktor pengurangan yang sangat tinggi. Sebalinya, rumah maupun bangunan
yang serba tertutup akan menyebabkan gas radon menumpuk di dalamnya, sehingga
risiko kesehatan bagi penghuninya cukup tinggi.
Perlu adanya pertimbangan radioekologis dalam pemanfaatan bahan-bahan tambang
sebagai material utama pembuatan bahan bangunan. Karena pertimbangan itu,
beberapa negara yang sudah menaruh perhatian terhadap masalah keselamatan
radiasi lingkungan, telah melakukan pelarangan penggunaan bahan-bahan bangunan
jenis tertentu yang kandungan radionuklida alamiahnya cukup tinggi.
Pelarangan peredaran bahan bangunan karena pertimbangan radioekologis pernah
dilakukan oleh pemerintah Swedia. Rumah-rumah di negeri itu pada umumnya
bertembok dari bahan bangunan lokal bernama aerated concrete yang telah dipakai sebagai
bahan bangunan sejak abad ke-19 dan mengisi sepertiga pasaran bahan bangunan di
sana. Swedia merupakan negeri dingin sehingga rumah-rumah di negeri itu
membutuhkan penghangat ruangan. Dalam rangka penghematan bahan bakar,
rumah-rumah dibikin bertembok tebal dengan sedikit ventilasi agar tidak banyak
panas dalam ruangan yang hilang. Namun akibat lain pun timbul, yaitu
menumpuknya gas radon dalam ruangan yang dipancarkan dari dinding maupun lantai
rumah. Mempertimbangkan gas radon berdampak negatif terhadap kesehatan manusia,
maka sejak tahun 1979aerated concretetidak boleh dipergunakan sebagai bahan bangunan
rumah.
Di Indonesia, peraturan mengenai masalah peredaran dan penggunaan bahan
bangunan dengan kandungan radionuklida alamiah tinggi ini belum ada. Oleh sebab
itu, diperlukan langkah awal adanya penelitian menyeluruh dan kerjasama antar
instansi terkait untuk mengetahui sejauh mana peredaran dan pemakaian
bahan-bahan bangunan di Indonesia memberikan efek negatif terhadap kesehatan.
Banyak hal yang perlu diketahui oleh para arsitektur berkaitan dengan masalah
radioekologi. Melalui pengetahuan itu, aspek radioekologis dapat
dipertimbangkan sebagai salah satu unsur dalam arsitektur untuk merancang
tempat perlindungan yang bukan hanya indah, nyaman serta aman dari
bencana, ramah lingkungan melalui penghematan penggunaan energi, tetapi juga
sehat ditinjau dari segi radioekologi (Mukhlis Akhadi, Peneliti Utama di
PTKMR-BATAN, Jakarta).
Dikirim
oleh: Mukhlis Akhadi
Minggu, 08 Januari 2012
PLTG
Oleh : Reza Adhy Pradana_200912018
Departement
of Mechanical Engineering STT PLN
PLTG adalah pembangkit listrik yang pada dasarnya
menggunakan bahan bakarnya adalah gas. Tetapi kebanyakan di Indonesia lebih
memilih PLTU karena dilihat dari effisiensi dan harga penjualan listriknya. Di
PLTG memiliki effisiensi yang rendah dibandingkan PLTU karena udara panas atau
gas yang dibuang oleh turbin gas masih memiliki kalor yang cukup tinggi. Oleh
karena itu biasanya dibuatlah combine cycle menjadi PLTGU.
Dasar teknologi turbin gas adalah
pemanfaatan energy dari gas bersuhu tinggi hasil pembakaran campuran bahan
bakar dengan udara tekan. Udara tekan dihasilkan oleh kompresor yang menyerap
2/3 (dua per tiga) daya yang dihasilkan oleh turbin. Udara yang dihasilkan oleh
kompresor digunakan untuk
- 20 – 30 % sebagai udara pembakaran
- 70 – 80 % sebagai pendingin, antara
lain
- Sebagai
pendingin gas hasil pembakaran, agar suhunya bisa diterima oleh material turbin.
- Sebagai
pendingin material ruang bakar.
- Sebagai
pendingin sudu-sudu turbin.
Komponen-komponen utama PLTG adalah
kompresor, ruang bakar, turbin gas dan generator. Pada kompresor sebenarnya
bekerja hampir sama dengan pompa, tetapi pada kompresor yang dihisap adalah
udara sedangkan pompa yang dihisap adalah air. Di kompresor udara dari atmosfer
dikompres sehingga tekanan dan suhu menjadi naik disinilah terjadi proses
kompresi udara.
Setelah udara dikompresi, udara yang
telah berkompresi bercampur dengan bahan bakar (gas atau solar) di ruang bakar
atau hot chamber.. Di hot chamber
terjadi proses pembakaran dengan suhu dan tekanan tetap. Ada PLTG yang berbahan
bakar bukan gas tetapi berbahan bakar cair (liquid), karena mempertimbangkan
harga penjualan listrik dan harga bahan bakar itu sendiri.
Di turbin terjadi proses ekspansi
dimana tekanan dan suhu turun karena gas telah digunakan untuk memutar
sudu-sudu turbin. Turbin mengubah energy panas gas yang berasal dari hot
chamber menjadi energy mekanik. Turbin yang berputar akan memutar generator
yang mengubah dari energy mekanik menjadi energy listrik.
Keuntungan PLTG :
1.
Ringan
2.
Waktu Start yang relatif singkat
3.
Tidak memerlukan air pendingin
4.
Masa pembangunan yang 1-2 tahun
5.
Murah
6.
Dapat ditempatkan disegala lokasi
7.
Keandalan tinggi, karena alat bantunya sedikit sehingga kemungkinan kerusakan
juga kecil.
8.
Bisa diremote (dikendalikan dari jauh)
9.
Memungkinkan dipasang secara mobile
Kelemahan PLTG :
1. Efisiensi rendah, 25 – 32 %
2. Umurnya pendek.
3. Daya mampunya sangat dipengaruhi oleh
kondisi udara atmofer.
4. Biaya pemeliharaan mahal, karena
harga sudu-sudunya tinggi atau mahal
5. Kapasitas kecil, maksimum sekitar 200
MW
6. Harga bahan bakar tinggi, karena
memerlukan bahan bakar kualitas tinggi
SEJARAH ENERGI
SEJARAH
PEMANFAATAN SUMBER ENERGI
SUMBER ENERGI
|
PERKIRAAN MASA PERMULAAN
PEMAKAIAN
|
BIDANG
|
KAYU
ANGIN
AIR
BATUBARA
MINYAK BUMI
LISTRIK
BATUBARA )
MINYAK BUMI )
GAS BUMI )
AIR
LISTRIK
GAS BUMI
PANAS BUMI
FISI NUKLIR
|
PRASEJARAH
AWAL SEJARAH
AWAL SEJARAH
AWAL SEJARAH
AGAK LANJUT
AWAL ABAD 13
AWAL ABAD 18
AWAL ABAD 19
AWAL ABAD 19
AWAL ABAD 20
AKHIR ABAD 19
AWAL ABAD 20
AWAL ABAD 20
AWAL ABAD 20
AWAL ABAD 20
AWAL ABAD 20 AGAK LANJUT
PERTENGAHAN ABAD 20
|
MEMASAK ;
PEMANASAN.
PERTUKANGAN.
PENGANGKUTAN ;
PENGGILINGAN ; PENGAIRAN.
PERTUKANGAN ;
PENGGILINGAN.
PEMANASAN; MEMASAK
Mesin uap untuk pabrik ; kokas untuk pengerjaan logam
Mesin uap untuk pengangkutan.
Pemanasan ; Penerangan
Memasak ; Motor untuk pengangkutan.
Motor untuk industry dan pengangkutan ; penerangan; Pembangkitan
tenaga listrik.
Pembangkitan tenaga listrik dalam unit-unit thermis.
Pembangkitan tenaga listrik.
Prosessing logam ; Pemanasan ; Penerangan ; memasak.
Pemanasan, memasak.
Pembangkitan tenaga Listrik ; Penggunaan khusus.
Pembangkit tenaga listrik ; Penggunaan khusus.
|
KENANGAN KU
Saya adalah pria kelahiran 12 April 1991 yang terlahir ke dunia bukan atas kemauan saya, tetapi takdir yang memihak bahwa saya harus terlahir ke dunia. Yaa bagaimana tidak, kalau semua bayi itu bisa memilih dulunya mungkin saat ini Aburizal Bakrie mempunyai banyak anak atau mungkin Soeharto punya banyak cucu (jangan bilang-bilang pak Harto yaa takut di DORR). hahaha. Tapi itulah takdir yang bagaimanapun kita adalah anak dari orang tua kita masing-masing.
Tuhan memiliki rencana untuk kita. Coba kalian bayangkan apabila anda sekarang anaknya Soeharto atau Bakrie saat ini hidup anda antara senang, tegang atau di dalam ketakutan. Bersyukurlah saya terlahir dengan kedua orang tua yang menyayangi saya. Thx to Bapak Syaifullah dan Ibu Sumiyati (alias kedua orang tua saya)
Waktu menginjak usia Balita, saya itu menjadi anak yang penurut jadi kemauan saya harus dituruti kedua orang tua saya. Pada saat memasuki sekolah pertama yaitu TK diri ini begitu senangnya. Saya itu dulu anak yang pemberani setiap melakukan sesuatu kalau ada orang tua, yaa dalam kasus ini contohnya menyebrangi jalan raya. Setelah lulus TK dengan predikat cumlaude di TK Islamiyah. Saya melanjutkan ke tingkat selanjutnya yaitu SD. Dengan berbagai tes dari PMDK dan sebagainya yang saya lakukan akhirnya saya lulus lewat jalur SNMSDN dan takdir memihak saya menjadi siswa SDN KA Tengah VI.
Wahh kaget saya . . . ! bagaimana tidak, jika kalian ingin tahu bagaimana kondisi SD saya dulu ya seperti SD Muhammadiyah Gantong di Film laskar pelangi. Tetapi disini saya menemukan kawan-kawan yang baik dan berteman tidak melihat dari segi materi. Saya banyak belajar dari kawan-kawan ini. Banyak hal-hal menarik dan konyol untuk diingat disini, yaitu :
1. Kami belajar lewat alam, jadi alamlah yang mengajari kami bukan veti verra. Walaupun SD kami mau rubuh bin reot bin ancur tapi kami tetap semangat bersekolah disini.
2. Disini saya mengenal permainan-permainan kampung yang asik menurut saya.
3. Sehabis bermain bola di lapangan kampung di deket rumah teman, Kami selalu mencuri timun suri milik kong sahi. hehe maaf yaa kong. Gila dah dulu kong sahi galak bener sampe-sampe pernah diuber-uber pake golok karena ketahuan mencuri. Padahal sih niat awalnya mau ngambil bola yang tersasar di kebon miliknya.
4. Pernah jadi pemulung plastik dan botol-botol. hahaha yang ini konyol (jangan sampe ketahuan orang tua). Tapi seneng karena dapet duit 700 rupiah yang dibagi hasil 3 orang. kan dulu 700 rupiah udah gede bener tuh.
5. Juara Lomba lari tercepat. yaa bagaimana tidak menang, latihannya saja selalu dikejar-kejar golok Si engkong sahi.
6. Ngintip daleman rok cewe pake Rautan pensil yang ada kaca. Sampe-sampe pernah hampir ketahuan. Untung tidak ketangkep basah kaya ikan kembung.
7. Dan masih banyak lagi dehh yang gokil
Walaupun mereka tahu saya berada didalam keluarga yang berkecukupan, namun mereka tetap mau berteman dengan saya. Tidak membeda-bedakan RAS, mau dia tinggal di kampung atau komplek perumahan, ataupun gubug reot. Tapi memang ada lohh teman saya yang tinggal dengan keadaan seperti itu.
Pokoknya yang paling bertanggung jawab atas diri saya saat ini adalah teman-teman saya waktu itu. Kalau boleh disebutin sihh
1. Ari Santoso, kami memberi julukan si kate karena memang perawakannya yang kecil
2. Edwiza Harris, kami memberi julukan si Horas yaa karena dia dari negeri bertulang tentunya.
3. Syamsul Efendy, kami menyebutnya si kuli. karena badannya yang kekar seperti kuli bangunan.
4. Irwan, Dia adalah orang yang sering terkena penyakit sakit mata.
5. Toni Irawan, dia anak yang paling autis tetapi dia punya bakat alam yaitu diberi kemampuan bisa membetulkan alat-alat elektronik pokoknya apapun bisa dijadiin sama ni anak.
6. Hafiz Tamimi, orang yang paling sering pilek.
Kangen juga terhadap mereka semua. Sudah hampir 9 tahun tidak pernah bertemu. Semoga Allah mempertemukan kita semua teman-teman. Dalam kondisi yang jauh lebih baik dan sukses yee. Amin . . .
Memang manusia tidak bisa menebak apa yang terjadi kedepannya, walaupun cuma sedetik didepannya.
Terima kasih buat Kalian semua kawan-kawanku, kalau saya tidak pernah kenal Kalian mungkin diri saya saat ini sudah jadi orang yang sombong dan tidak peka terhadap sekitar.
Reza Adhy Pradana
Langganan:
Komentar (Atom)
