Total Tayangan Halaman

NOSTALGIA SI RAMBUT PLONTOS

Dear anak mesin


Dengan culunnya wajah para sibocah ingusan yang baru duduk di bangku perkuliahan

Bergegas datang para si rambut plontos

Desiran napas bagaikan hembusan asap kereta api (HUSS...HUSS...HUSS)

Berlomba dengan waktu agar tak telat masuk kelas dimana bakal menjadi hari yang panjang

Dugaanku benar, para senior berwajah garang siap menunggu

Dengan mata menatap tajam bagaikan singa mencari mangsa

Ah tidak malang nian nasibku telat masuk kelas

Dengan cucuran keringat mengalir deras dari kepalaku yg botak ini

Siaplah aku menjadi tawanan para singa ini

Ku bacakan segala macam bacaan alias mantra sakti mandra guna

Komat kamit bibirku tak mampu menjinakkan para singa ini

Matilah aku . . . . .

Bagaikan maling tertangkap basah yang sudah pasrah menerima tunggu diadili massa

Apa boleh daya, jadilah aku bahan usilan senior

Wajah yang begini ditambah bentuk rambut bagaikan gurun pasir yang tandus tak ada pepohonan

Pengen tertawa menertawakan diri sendiri tapi tak bisa

Biarlah ini menjadi kenangan tak terlupakan

Dan menjadi cerita lucu diantara kami anak mesin


Tidak ada komentar: