Total Tayangan Halaman

Minggu, 08 Januari 2012

KENANGAN KU


Saya adalah pria kelahiran 12 April 1991 yang terlahir ke dunia bukan atas kemauan saya, tetapi takdir yang memihak bahwa saya harus terlahir ke dunia. Yaa bagaimana tidak, kalau semua bayi itu bisa memilih dulunya mungkin saat ini Aburizal Bakrie mempunyai banyak anak atau mungkin Soeharto punya banyak cucu (jangan bilang-bilang pak Harto yaa takut di DORR). hahaha. Tapi itulah takdir yang bagaimanapun kita adalah anak dari orang tua kita masing-masing.

Tuhan memiliki rencana untuk kita. Coba kalian bayangkan apabila anda sekarang anaknya Soeharto atau Bakrie saat ini hidup anda antara senang, tegang atau di dalam ketakutan. Bersyukurlah saya terlahir dengan kedua orang tua yang menyayangi saya. Thx to Bapak Syaifullah dan Ibu Sumiyati (alias kedua orang tua saya)

Waktu menginjak usia Balita, saya itu menjadi anak yang penurut jadi kemauan saya harus dituruti kedua orang tua saya. Pada saat memasuki sekolah pertama yaitu TK diri ini begitu senangnya. Saya itu dulu anak yang pemberani setiap melakukan sesuatu kalau ada orang tua, yaa dalam kasus ini contohnya menyebrangi jalan raya. Setelah lulus TK dengan predikat cumlaude di TK Islamiyah. Saya melanjutkan ke tingkat selanjutnya yaitu SD.   Dengan berbagai tes dari PMDK dan sebagainya yang saya lakukan akhirnya saya lulus lewat jalur SNMSDN dan takdir memihak saya menjadi siswa SDN KA Tengah VI.

Wahh kaget saya . . . ! bagaimana tidak, jika kalian ingin tahu bagaimana kondisi SD saya dulu ya seperti SD Muhammadiyah Gantong  di Film laskar pelangi. Tetapi disini saya menemukan kawan-kawan yang baik dan berteman tidak melihat dari segi materi. Saya banyak belajar dari kawan-kawan ini. Banyak hal-hal menarik dan konyol untuk diingat disini, yaitu :
1. Kami belajar lewat alam, jadi alamlah yang mengajari kami bukan veti verra. Walaupun SD kami mau rubuh bin reot bin ancur tapi kami tetap semangat bersekolah disini.
2. Disini saya mengenal permainan-permainan kampung yang asik menurut saya.
3. Sehabis bermain bola di lapangan kampung di deket rumah teman, Kami selalu mencuri timun suri milik kong sahi. hehe maaf yaa kong. Gila dah dulu kong sahi galak bener sampe-sampe pernah diuber-uber pake golok karena ketahuan mencuri. Padahal sih niat awalnya mau ngambil bola yang tersasar di kebon miliknya.
4. Pernah jadi pemulung plastik dan botol-botol. hahaha yang ini konyol (jangan sampe ketahuan orang tua). Tapi seneng karena dapet duit 700 rupiah yang dibagi hasil 3 orang. kan dulu 700 rupiah udah gede bener tuh.
5. Juara Lomba lari tercepat. yaa bagaimana tidak menang, latihannya saja selalu dikejar-kejar golok Si engkong sahi.
6. Ngintip daleman rok cewe pake Rautan pensil yang ada kaca. Sampe-sampe pernah hampir ketahuan. Untung tidak ketangkep basah kaya ikan kembung.
7. Dan masih banyak lagi dehh yang gokil

Walaupun mereka tahu saya berada didalam keluarga yang berkecukupan, namun mereka tetap mau berteman dengan saya. Tidak membeda-bedakan RAS, mau dia tinggal di kampung atau komplek perumahan, ataupun gubug reot. Tapi memang ada lohh teman saya yang tinggal dengan keadaan seperti itu.

Pokoknya yang paling bertanggung jawab atas diri saya saat ini adalah teman-teman saya waktu itu. Kalau boleh disebutin sihh
1. Ari Santoso, kami memberi julukan si kate karena memang perawakannya yang kecil
2. Edwiza Harris, kami memberi julukan si Horas yaa karena dia dari negeri bertulang tentunya.
3. Syamsul Efendy, kami menyebutnya si kuli. karena badannya yang kekar seperti kuli bangunan.
4. Irwan, Dia adalah orang yang sering terkena penyakit sakit mata.
5. Toni Irawan, dia anak yang paling autis tetapi dia punya bakat alam yaitu diberi kemampuan bisa membetulkan alat-alat elektronik pokoknya apapun bisa dijadiin sama ni anak.
6. Hafiz Tamimi, orang yang paling sering pilek.

Kangen juga terhadap mereka semua. Sudah hampir 9 tahun tidak pernah bertemu. Semoga Allah mempertemukan kita semua teman-teman. Dalam kondisi yang jauh lebih baik dan sukses yee. Amin . . .

Memang manusia tidak bisa menebak apa yang terjadi kedepannya, walaupun cuma sedetik didepannya.
Terima kasih buat Kalian semua kawan-kawanku, kalau saya tidak pernah kenal Kalian mungkin diri saya saat ini sudah jadi orang yang sombong dan tidak peka terhadap sekitar.

Reza Adhy Pradana

1 komentar:

shineblog mengatakan...

kangen sama kalian